Sunday, 10 April 2016
Polres dan NU Tanggal Paham Radikal
Polres dan NU Balangan Siaga Paham Radikal
PARINGIN, Dalam rangka mewaspadai paham radikal yang terus berkembang Jajaran Polres Balangan bersama Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Balangan melakukan pertemuan guna membahas bahaya radikal dan potensi di Balangan, Kamis (25/2).
Acara yang digelar di Aula Hotel Mulia ini dihadiri oleh ketua PBNU Balangan KH Abdul Mugeni dan Kasat intel Polres Balangan AKP Irawan.
Kegiatan ini, menurut Irawan guna mempererat tali silaturahmi dengan organisasi keagamaan di Kabupaten Balangan.
Selain itu lanjutnya, pertemuan ini juga bertujuan untuk membahas terkait maraknya penyebaran paham radikal di berbagai daerah, sehingga perlu merangkul organisasi-organisasi keagamaan untuk melakukan pengawasan dan pencegahan.
"Sebagai organisasi keagamaan yang besar, peran serta NU dalam mencegah penyebaran paham ini tentu sangat kami harapkan," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua NU Cabang Balangan, KH Abdul Mugeni menyambut baik kegiatan silaturahmi yang digelar Polres Balangan ini.
Salah satu Ulama Balangan ini, berharap dengan adanya pertemuan seperti ini lebih rutin dilaksanakan.
"Semakin sering kita koordinasi, semakin kita mengetahui bagaimana perkembangan paham-paham di Balangan khususnya,"ungkapnya.
Dengan begitu, lanjut Mugni, semakin mudah mewaspadai jika adanya paham radikal.
"Marilah kita bersama-sama memerangi paham radikal, karena paham radikal sangat merugikan kita secara keseluruhan," himbaunya.
Madrasah Belum Siap Gelar UNBK
Madrasah Belum Siap Gelar UNBK
PARINGIN, Ujian Nasional (UN) tahun 2016 ini akan mengunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016, dengan sistem baru ini dari puluhan sekolah yang ada di Balangan hanya ada 5 sekolah yang siap melaksanakannya yakni, SMAN 1 Paringin, SMAN 2 Paringin, SMKN 1 Paringin, SMKN 1 Batumandi, SMAN 1 Awayan dan SMPN 4 Paringin.
Berbagai persiapan pun sudah dilakukan Dinas Pendidikan setempat, mulai melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada guru dan siswa yang mengikuti UNBK, pembenahan jaringan hingga penyedian genset.
"Kita sudah melakukan sosialisasi dan pembenahan jaringan hingga menyediakan genset untuk ke 5 sekolah yang akan mengelar UN secara UNBK," ujar Kepala Disdik Balangan Eddy Julianto.
UNBK sendiri ialah Computer Based Test (CBT) yakni, sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.
Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test(PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Penyelenggaraan UNBK menggunakan sistem semi-online yakni, soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
Terpisah Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Balangan, H Raihan Redha mengakui, jika semua sekolah dibawah Kemenag di Balangan belum siap mengelar UN dengan sistem UNBK.
"Selama ini faktor fasilitas yang membuat kita belum bisa melaksakan UNBK pada tahun 2016 ini," akunya.
Tapi tahun depan, menurut dia, ada beberapa sekolah dibawah Kemenag yang akan diusahakan menjadi pilot project pelaksanaan UNBK pada tahun 2017 mendatang.
"Kami proyeksikan MAN 1 Paringin, MAN 2 Paringin, MAN 1 Lampihong dan MAN 1 Awayan tahun depan sudah bisa melaksanakan UNBK," bebernya.
Sebetulnya dilanjutkan dia, banyak kelebihan ujian online jika bisa dilaksanakan dengan baik. Seperti mengurangi resiko terjadinya kebocoran soal, tidak perlu pengamanan seketat ujian tulis dan tidak memerlukan biaya dan waktu untuk distribusi soal.
"Tapi terpentinga dalam melaksanakan UN secara online ini, kita harus memiliki spesifikasi komputer sesuai dengan yang diminta oleh kementrian Pendidikan serta jaringan internet yang prima dan juga tidak ada gangguan server," pungkasnya. (sugi)
PARINGIN, Ujian Nasional (UN) tahun 2016 ini akan mengunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016, dengan sistem baru ini dari puluhan sekolah yang ada di Balangan hanya ada 5 sekolah yang siap melaksanakannya yakni, SMAN 1 Paringin, SMAN 2 Paringin, SMKN 1 Paringin, SMKN 1 Batumandi, SMAN 1 Awayan dan SMPN 4 Paringin.
Berbagai persiapan pun sudah dilakukan Dinas Pendidikan setempat, mulai melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada guru dan siswa yang mengikuti UNBK, pembenahan jaringan hingga penyedian genset.
"Kita sudah melakukan sosialisasi dan pembenahan jaringan hingga menyediakan genset untuk ke 5 sekolah yang akan mengelar UN secara UNBK," ujar Kepala Disdik Balangan Eddy Julianto.
UNBK sendiri ialah Computer Based Test (CBT) yakni, sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.
Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test(PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Penyelenggaraan UNBK menggunakan sistem semi-online yakni, soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
Terpisah Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Balangan, H Raihan Redha mengakui, jika semua sekolah dibawah Kemenag di Balangan belum siap mengelar UN dengan sistem UNBK.
"Selama ini faktor fasilitas yang membuat kita belum bisa melaksakan UNBK pada tahun 2016 ini," akunya.
Tapi tahun depan, menurut dia, ada beberapa sekolah dibawah Kemenag yang akan diusahakan menjadi pilot project pelaksanaan UNBK pada tahun 2017 mendatang.
"Kami proyeksikan MAN 1 Paringin, MAN 2 Paringin, MAN 1 Lampihong dan MAN 1 Awayan tahun depan sudah bisa melaksanakan UNBK," bebernya.
Sebetulnya dilanjutkan dia, banyak kelebihan ujian online jika bisa dilaksanakan dengan baik. Seperti mengurangi resiko terjadinya kebocoran soal, tidak perlu pengamanan seketat ujian tulis dan tidak memerlukan biaya dan waktu untuk distribusi soal.
"Tapi terpentinga dalam melaksanakan UN secara online ini, kita harus memiliki spesifikasi komputer sesuai dengan yang diminta oleh kementrian Pendidikan serta jaringan internet yang prima dan juga tidak ada gangguan server," pungkasnya. (sugi)
pendidikan Al- Quran di Bumi Sanggam
Rumah Tahfidz Siap Cetak Hafidz dan Hafidzah
PARINGIN, Membumikan Al - Quran di Bumi Sanggam begitulah yang tersirat dalam acara Kajian Islam Bulanan yang dilakukan Program Pembibitan Penghafal Al-Quran (PPPA) Daarul Quran bekerjasama dengan Rumah Tahfidz Kalsel, Minggu (28/2).
Acara yang berlangsung di Mesjid Darul Abror desa Awayan Hilir Kecamatan Awayan yang mengambil tema " Membangun Indonesia Dengan Al- Quran" ini dihadiri langsung oleh Bupati Balangan H Anshruddin dan diisi tausiah dari Ustad Ustad Jaya Rukmana yang berasal dari PPPA Darul Quran Jakartan serta Ustad Adlin Putra yang merupakan Ketua Rumah Tahfidz Kalsel.
Bupati Balangan H Ansharuddin mengungkapkan, merasa bangga denga adanya Rumah Tahfidz di Balangan karena nantinya bisa mencetak hafidz hafidzah atau penghafal Al-Quran cilik.
"Rumah Tahfidz sarana untuk mencetak hafidz dan hafidzah cilik di Bumi Sanggam yang gilirannya akan menciptakan masyarakat Balangan yang Qur'ani," ungkapnya.
Untuk mendukung kegiatan ini, lanjut Anshar, Pemkab Balangan akan memberikan intensif bagi para pengajar Tahfidz Al Qur'an ini.
"Para guru Tahfidz akan kita beri intensif tiap bulan," janjinya.
Sedangkan ketua Rumah Tahfidz Kalsel, Ustad Adlin Putra mengungkapkan, hingga kini di Bumi Antasari ada sekitar 25 buah Rumah Tahfidz yang santrinya sudah mencapai ribuan.
"Rumah Tahfidz merupakan lembaga pendidikan Al-Qur'an sebagai miniatur pesantren yang diperkenalkan oleh pendirinya Ust. Yusuf Mansur dipertengahan 2011," jelasnya.
Keberadaan Rumah Tahfidz sendiri, menurut pria dari Tanah Laut ini, merupakan bagian untuk memenuhi kebutuhan lembaga yang ada seperti LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an), terhadap hafidz atau hafidzah yang selalu mencari dari daerah lain di saat perhelatan Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ).
"Keberadan Rumah Tahfidz tetap mengedepankan manfaat dan keberkahan serta kemampuan dari potensi dana sedekah masyarakat yang ada," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Rumah Tahfidz Istiqamah Balangan Syaiful Lizani menyampaikan, hingga kini di Balangan sudah ada tiga buah rumah tahfidz Istiqamah yang didirikan yakni, di Kecamatan Lampihong, Awayan dan Halong dengan jumlah santri terdaftar sebanyak 241.
"Rumah Tahfidz Istiqamah menjalankan program bimbingan intensif membaca Al-Qur'an dan bahasa yang di khususkan bagi siapapun yang ingin membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar tidak terbatas hanya bagi anak-anak. Bagi mereka yang membacanya sudah baik maka di prioritaskan untuk menghafal Al-Qur'an di Rumah Tahfidz," pungkasnya. (sugi)
Saturday, 9 April 2016
Balangan di Kepung Tambang
Meskipun harga batu bara sekarang
belum benar-benar pulih atau masih tidak stabil, namun hal itu tidak
menyurutkan niat sejumlah pengusaha untuk mencoba peruntungan dalam berbisnis
emas hitam tersebut di Balangan.
Berdasarkan
data yang dihimpun di lapangan, hingga sekarang tidak kurang
dari 30 perusahaan tambang yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) di
Kabupaten Balangan. Bahkan dari sumber lain mengatakan, ratusan pengusaha
tambang antri untuk mendapatkan izin dari Pemkab setempat.
Kabid Pengawasan dan Perizinan Tambang Dinas Pertambangan
dan Energi (Distamben) Kabupaten Balangan Ajidinoor, tidak menampik fakta
tersebut. Meskipun di antara 30 perusahaan itu tidak semuanya ingin menambang
batu bara kata Aji, namun tetap saja jumlah penrusahaan yang berlatar tambang
batu bara mendominasi jumlah tersebut.
"Di
antara 30 perusahaan tambang yang mengantongi IUP, tidak hanya perusahaan
tambang batu bara saja, tapi ada juga perusahaan tambang bijih besi. Ya
walaupun perusahaan tambang batu bara tetap mendominasi," ujarnya.
Kendati
demikian lanjutnya, hingga sekarang baru ada satu perusahaan yang sudah masuk
pada tahap produksi, sedangkan yang lainnya baru sampai pada tahap eksplorasi
untuk melengkapi berkas Amdal, bahkan ada yang belum melakukan aktivitas apapun
karena terkendala berbagai macam hal.
"Apabila
dalam batas waktu yang ditentukan perusahaan yang bersangkutan tetap jalan di
tempat lanjutnya, maka IUP akan dicabut," tandasnya.
Sementara
itu Kepala Bidang Pemantauan dan Analisi Dampak Lingkungan
(Amdal) pada Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Kabupaten Balangan
Atep Edi Rusmayadi menyampaikan, sedikitnya sudah ada lima perusahaan tambang
batu bara pemegang IUP yang sudah mengantongi izin Amdal dan tiga lainya masih
dalam proses pelengkapan berkas atau eksplorasi.
"Untuk
kelima pemegang IUP yang sudah mendapat izin Amdal, wilayah operasinya terbagi
di dua kecamatan, yakni Kecamatan Awayan dan Juai," bebernya.
Sekedar
untuk diketahui, 30 perusahaan yang memegang IUP mendapatkan izin operasi di
empat kecamatan dari delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Balangan, yaitu
Kecamatan Awayan, Halong, juai, dan Tebing Tinggi.
Menangapi
banyaknya perusahaan batu bara yang mengantongi izin pertambangan di Balangan,
salah seorang tokoh masyarakat setempat yakni Syakhrani Ahing berpendapat,
pemberian izin terhadap perusahaan tambang, baik batu bara maupun bahan mineral
lainya yang ingin beroperasi di Balangan, harus menjadi fokus perhatian
bersama.
"Pemberian
izin harus dikaji lebih mendalam lagi, bagaimana dampaknya baik secara sosial
maupun ekonomi, jangan sampai masyarakat sengsara di kemudian hari,"
himbau mantan Ketua Panitia Penuntutan Kabupaten Balangan (PPKB).
Pangantin Bausung atau Bausung Pangantin adalah salah satu tradisi pernikahan yang ada di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai. Bausung diambil dari kata usung
artinya gendong. sedangkan Pangantin (bahasa Banjar, Kal-Sel), atau pengantin yaitu pasangan mempelai pria dan wanita yang sedang melangsungkan perkawinan. Sepasang mempelai sebelum disanding di pelaminan terlebih
dahulu diusung oleh dua orang penari. Diiringi gamelan, dua orang penari sambil
menggendong kedua mempelai menari mengikuti irama gamelan ditengah pandangan
para undangan yang menyaksikan acara tersebut.
Pada awalnya tradisi Bausung Pangantin ini hanya dilakukan oleh kalangan tinggat menengah keatas saja, karena memerlukan biaya yang mahal. Sehingga apabila dalam suatu keluarga mampu melaksanakan ba-usung pangantin berarti keluarga tersebut dianggap sebagai orang berada. Acara ini juga dianggap sebagai pesta yang meriah.
Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi ini tidak hanya dilaksanakan oleh kalangan atas. Namun sudah menjadi bagian dari hiburan masyarakat Hulu Sungai, biayanya pun tidak menguras dompet.
Nah, demikian teman-teman yang bisa saya bagikan tentang satu kesenian daerah Kalimantan Selatan terutama di Hulu Sungai :) Semoga bermanfaat o:) (
oleh Hafizah Fikriah)
Pada awalnya tradisi Bausung Pangantin ini hanya dilakukan oleh kalangan tinggat menengah keatas saja, karena memerlukan biaya yang mahal. Sehingga apabila dalam suatu keluarga mampu melaksanakan ba-usung pangantin berarti keluarga tersebut dianggap sebagai orang berada. Acara ini juga dianggap sebagai pesta yang meriah.
Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi ini tidak hanya dilaksanakan oleh kalangan atas. Namun sudah menjadi bagian dari hiburan masyarakat Hulu Sungai, biayanya pun tidak menguras dompet.
Nah, demikian teman-teman yang bisa saya bagikan tentang satu kesenian daerah Kalimantan Selatan terutama di Hulu Sungai :) Semoga bermanfaat o:) (
oleh Hafizah Fikriah)
Friday, 8 April 2016
Expo Sarana Promosi Produk UMK
PARINGIN, Untuk menyambut dan memeriahkan
hari jadi Kabupaten Balangan ke 13, Pemkab setempat mengelar pameran “balangan
expo” yang sekaligus bertujuan untuk merefleksikan berbagai hasil dari program
dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan selama 13 tahun berdirinya kabupaten
balangan.
Menurut
Bupati Balangan H Ansharuddin, Balangan expo ini diharapkan dapat mempromosikan dan memperkenalkan produk
Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) termasuk
produk unggulan Bumi Sanggam saat ini.
Selain
itu, Ansharuddin juga berharap, Balangan Expo bisa menjadi wahana interaksi
langsung antara para produsen, pengrajin dan pelaku usaha dengan masyarakat
luas guna mendorong produktivitas industri dan pengrajin yang berskala menengah
agar dapat berdaya saing.
"Sehingga
dapat menciptakan lapangan kerja, serta untuk mewujudkan iklim perdagangan yang
kondusif," ungkapnya.
Sedangkan
menurut Kepala Disperindagkop Rakhmadi Yusni yang merupakan ketua Panitia
Balangan Expo, ada lebih dari 80 stand yang ikut expo ini.
Selain
dari SKPD atau instansi pemerintah kabupaten balangan sendiri, kata
Rakhmadi, expo ini juga diikuti oleh
berbagai UKM, Perbankan dan Perusahaan, baik yang berasal dari provinsi
kalimantan selatan, kalimantan timur maupun dari luar pulau kalimantan.
"Banyaknya
beserta yang ikut dan berasal dari luar daerah menunjukkan bahwa antusiasme
dari pihak swasta dan masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam pameran ini
cukup besar. sehingga kegiatan ini sungguh patut didukung dan kita sukseskan
bersama," pungkasnya. (sugi)
Panen Raya Sambut Hari Jadi
PARINGIN, Serangkaian acara digelar untuk
menyambut dan memeriahkan Hari Jadi (Harjad) Kabupaten Balangan ke 13. Mulai dari Pameran Komunitas, Ekspo Balangan,
Pesta Rakyatnya, Ziarah ke Kubur para pendiri Balangan hingga Panen Raya pun
dilaksanakan guna menyambut hari lahir Kabupaten berjuluk Bumi Sanggam ini.
Kegiatan
ziarah ke makam para pendiri Balangan dan syukuran panen padi, dilakukan pada
Kamis (7/4) kemarin seraca beurutan. Dimana rombangan Bupati Balangan beserta
unsur Muspida Balangan menziarah makam para pendiri Balangan diantaranya makam
Almarhum H Syahrani Ahing yang merupakan Ketua Panitia Penuntun Balangan
(PPKB), Almarhum KH Akhmad Makkie yang Ketua MUI Kalsel serta beberapa almarhum
tokoh pendiri Balangan lainnya.
Ziarah
ke Kubuh para pendiri Balangan ini menurut Bupati Balangan H Ansharuddin
merupakan salah satu bentuk penghormatan atas jasa para pendiri Balangan yang
telah berjuang dengan iklas demi berdirinya Balangan menjadi sebuah Kabupaten.
“Kita
sekarang bertugas meneruskan perjuangan
leluhur yang telah merintis pendirian Balangan dengan mewujudkan cita-cita
terbentuknya Kabupaten Balangan yakni, menciptakan kesejahteraan bagi seluruh
masyarakat Balangan,’’ bebernya. kejayaan di masa lampau. Menurutnya, generasi
penerus harus mampu menghormati tokoh-tokoh terdahulu, serta memperjuangkan
kemakmuran masyarakat
Sedangkan
untuk acara syukuran panen padi yang dilakukan di desa Timbun Tulang Kecamatan
Batumandiini tergolong istimewa sebab, selain dihadiri Bupati Balangan juga turut
berhadir asisten bidang pembangunan pemerintah provinsi kalimantan selatan, ibu
Hajjah Mariatul Asiah dan Danrem 101 Antasari Kolonel Kav Yanuar Adil.
Bupati
Balangan H Ansharuddin dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi yang kepada
dinas pertanian, tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perikanan, dan
badan pelaksana penyuluhan dan ketahanan pangan, serta kodim 1001
amuntai-balangan yang tiada henti-hentinya mendukung dan membantu memotivasi
petani untuk terus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan.
“Peningkatan
sektor pertanian merupakan agenda utama kami dalam kepemimpinan lima tahun
kedepan, hal ini sejalan dengan visi pembangunan kabupaten balangan periode
2016 – 2021, yakni “terwujudnya kabupaten balangan yang maju dan sejahtera melalui
pembangunan sumber daya manusia,’’ bebernya.
Pada
kesempatan yang sama, Danrem 101 Antasari Kolonel Kav Yanuar Adil
mengungkapkan, TNI akan selalu siap melaksanakan program ketahanan pangan
seperti, penyiapan lahan, penyediaan/distribusi prasarana dan sarana produksi,
pendampingan/pengawalan kepada petani.
"Kami
siap mewujudkan ketahanan pangan karena
ini merupakan perintah Presiden kepada jajaran TNI," pungkasnya.
(sugi).
Subscribe to:
Posts (Atom)
Waspada Kematian Bayi Masyarakat khususnya para orang tua, dimintai mewaspadai pada bulan februari sampai April mendatang. ...
-
Tatanjang Alat Menanam Jika Tajak digunakan untuk membersihan lahan pertanian sebelum tanam, maka Tatanjang, Tatujah atau Tatajuk d...
-
PAHAJATAN, “KAMPUNG KECIL” TEMPAT WARGA MEMOHON HAJAT Di Balangan, tepatnya di Desa Tungkap, Paringin Selatan, terdapat se...
-
Nilai Sejarah Semakin Dilupakan Benteng Tundakan bukan satu-satunya objek bersejarah yang terkesan terbangkalai tanpa sedikit pun ada ...









