Monday, 8 August 2016

Kalsel Expo


Potensi Balangan Hiasi Kalsel Expo
PARINGIN, Kalsel Expo yang digelar sejak 5 hingga 9 Agustus (hari ini red) menjadi ajang Balangan memperkenalkan daerahnya khususnya produk unggul yang dihasilkan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Balangan, Akhriani mengungkapkan, Balangan kembali mengikuti Kalsel Expo yang berpusat di Kota Banjarbaru dalam rangka HUT ke 66 Provinsi Kalsel.
Untuk mengisi stand Balangan, kata Akhriani, pada Kalsel Expo 2016 ini pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) setempat dalam hal apa saja yang ditampilkan (dipamerkan).
"Karena selain memamerkan pembangunan Balangan, kami juga menawarkan berbagai produk unggulan khas Balangan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop Balangan, Rahmadi Yusni mengatakan, untuk produk unggulan yang dipamerkan pada Kalsel Expo 2016 kali ini yaitu terdiri dari berbagai makanan olahan dan kerajinan khas Balangan seperti sirup Batumandi, mandai crispy, olahan kayu gaharu, anyaman bamban dan bambu kecil serta yang lainnnya.
Pada kesempatan  mengunjungi stand Balangan pada Kalsel Expo 2016 ini, Bupati Balangan H Ansharuddin mengatakan, Kalsel Expo merupakan media yang bagus untuk memperkenalkan Balangan kepada masyarakat Kalsel. Supaya masyarakat tahu bahwa selain potensi wisata alam yang indah, Balangan juga memiliki kuliner khas dan kerajinan asal Balangan.
"Kita memaksimalkan gelaran Ekspo ini sebagai media promosi daerah kita agar lebih dikenal secara luas dan berharap banyak investor melirik potensi yang kita miliki untuk dikembangkan secara intensif," imbuhnya. (sugi)

Warga Harapkan Job Fair




Warga Balangan Harapkan Job Fair



PARINGIN,  Jika daerah lain rutin tiap tahunnya mengelar Pameran bursa kerja (Job Fair) untuk sarana memfasilitasi warganya untuk lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Tidak dengan Kabupaten Balangan, sejak bendiri sebagai sebuah Kabupaten 13 tahun yang lalu, hingga kini belum pernah sekalipun mengelarnya.

Padahal pelaksanaan Job Fair ini,  menjadi salah satu cara memfasiltasi secara langsung bagi warga yang belum mendapatkan pekerjaan dan membutuhkan pekerjaan sekaligus mengurangi jumlah pengangguran yang ada serta menjamin terjalin kerjasama yang solid antara pemerintah dengan pihak pengguna tenaga kerja.

Salah satu warga Balangan, Akmad Fadilah berharap Balangan mengelar Job Fair sebagaimana daerah lain.

Kalau ada Job Fair, kata warga Paringin ini, tentu cukup membant bagi warga yang belum mendapatkan pekerjaan dan membutuhkan pekerjaan.

“Paling tidak dengan adanya Job Fair kita para pengangguran merasa difasilitasi oleh pemerintah dalam mencari pekerjaan. Apalagi di Balangan, banyak perusahaan yang beroperasi, apa susahnya mengelar Job Fair,’’keluhnya.

Terkait belum pernahnya digelar Job Fair di Bumi Sanggam, Kabid Tenaga Kerja pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Balangan M. Johansyah. Z tidak menampik jika pihaknya belum pernah mengelar pemeran bursa kerja selama ini.

“Memang kita belum pernah mengelar Job Fair, tapi tahun kemarin pas pemeran hari jadi kita membuka lowongan kerja yang disediakan perusahaan dengan menampilkan daftar kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja,’’ ujarnya.

Selain itu, kata Johansyah, selama ini guna mefasilitasi para pencari kerja pihaknya memberitahukan laporan lowongan kerja yang disampaikan oleh perusahaan yang beroperasi di Balangan dengan membuat pengumuman secara langsung.

Terlepas dari itu, lanjut dia,  ada beberapa kendala yang dihadapinya pihaknya dalam memfasilitasi para pencari kerja yang ada di Balangan.

“Kita hingga kini belum mempunyai Petugas Pengawasan Ketenagakerjaan, Petugas Penyalur Ketenagakerjaan, Petugas Mediator Ketenaga Kerjaan sehingga penyeluran dan pengawasan tenaga kerja belum bisa maksimal.  Tidak adanya petugas khusus dibidang ketenagakerjaan ini karena para pegawai tidak ada yang berminat menjadi petugas khusus tersebut. Kita sudah pernah mengusulkan pengadaan petugas khusus ini. Tapi para pegawai tidak ada yang berminat lantaran waktu pelatihan yang harus diikuti cukup lama,"pungkasnya.(sugi)

Thursday, 14 July 2016

Rumah Tahfidz

Rumah Tahfidz Terus Bertambah
PARINGIN, Setelah sukses menggelar pendidikan tahfidz Al Qur'an di Lampihong, Awayan dan Halong Rumah Tahfidz Istiqamah kini membuka cabang baru di Kelurahan Batu Piring Kecamatan Paringin Selatan.
Pembukaan rumah Tahfidz yang diberi nama Istiqamah Balangan An Nur ini dilakukan langsung oleh Bupati Balangan H Ansharuddin, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan peresmian itu, Ansharuddin mengungkapkan,  keyakinannya bahwa dengan pengalaman yang dimiliki dan pengembangan yang jelas, keberadaan rumah Tahfidz Istiqamah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar.
"Saya yakin, sebagai sesama penganut Islam kita semua sepakat bahwa terpeliharanya Al-Qur’an tidak hanya terwujud dalam jumlah penghafalnya, namun jauh lebih banyak lagi jumlah orang yang mengamalkannya," bebernya.
Atas itulah, dirinya berharap agar kehadiran rumah tahfidz bisa mendorong umat muslim di Bumi Sanggam agar semakin bisa membudayakan Al-Qur’an, dimulai dari membaca, memahami, menghafal dan mengamalkannya.
"Membumikan Al- Qur'an  adalah tugas kita semua sebagai umat muslim," tegasnya.
Untuk itulah, lanjut Anshar, janganlah beranggapan bahwa rumah tahfidz dan mempelajari   Al-Qur’an itu hanya diperuntukkan bagi anak-anak dan generasi muda muslim saja. Melainkan, rumah tahfidz ini seluas-luasnya bagi setiap orang tanpa pandang usia maupun latar belakangnya.
"Ayo kita bersama-sama membumikan dan membudayakan Al-Qur’an, dimulai dari membaca, memahami, menghafal dan mengamalkannya," pungkasnya. (sugi)

BBI Gunung Manau Jadi Pusat Informasi Perikanan







BBI Gunung Manau Jadi Pusat Informasi Perikanan
PARINGIN,  Keberadaan Balai Benih Ikan (BBI)  di Desa Gunung Manau Kecamatan Batumadi milik Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura, Peternakan, dan Perikanan (PTPHPP) Kabupaten Balangan terus berkembang.
Kini BBI Gunung Manau dijadikan Pusat Informasi Perikanan (PIP) yang menyediakan berbagai informasi perikanan.
“Saat ini BBI Gunung manau sudah dijadikan tempat penelitian ikan dan pembuatan pakai ikan yakni Bio Floc,” kata Kabid Perikanan Dinas PTPHPP Kabupaten Balangan , Rudi Firmansyah.
Kedepan lanjut Rudi, BBI Gunung Manau semua informasi ataupun kegiatan perikanan ada di lokasi tersebut termasuk pusat kesehatan hewan (perikanan) serta menjadi denfarm bagi pembudidaya perikanan dibalangan.
Selain itu, lanjutnya, BBI Gunung Manau  juga akan menjadi demplot perikanan bagi pelajar yang saat ini menjadikan perikanan sebagai salah satu jurusan yakni, SMK PPN 1 Paringin.
Meski begitu keberadaan BBI Gunung Manau sebagai PPI, menurut Rudi, juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi perikanan.
Sementara terkait, Wacana BBI Gunung manau menjadi tempat wisata , masih menjadi program lanjutan mengingat berkaitan dengan aturan dan anggaran APBD .
"Sementara BBI Gunung Manau kita optimalkan sebagai PPI sambil menunggu perkembangan selanjutnya untuk dijadikan objek wisata," pungkasnya. (sugi)



Dapatkan Dana Royalti Rp 183 Miliar

Balangan Baru Terima Dana Royalti Rp183 Miliar
PARINGIN
Dari besaran dana royalti dari operasional perusahaan tambang batu bara PT Adaro Indonesia tahun ini yang didapat Pemkab Balangan mencapai Rp915 miliar, hingga kini hanya Rp 183 Miliar.
Padahal dana royalti ini diharapkan mampu mendongkrak pembangunan di Bumi Sanggam lewat program pembangunan yang dijalankan pemerintah setempat.
Menurut Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Balangan, Zulkifli, pencairan dana royalti akan dilakukan dalam beberapa tahap.
"Untuk tahap pertama sudah dicairkan sebesar 20 persen dari total dana royalti yang kita terima, yaitu sebanyak Rp183 miliar pada awal tahun 2016 tadi," ujarnya.
Pencairan tahap kedua pun kata dia, juga  hanya sebesar 20 persen dari total keseluruhan. Namun, lanjut dia,  hingga kini pencairan belum diketahui, namun kemungkinan dicairkan sekitar bulan Juni 2016 nanti.
"Untuk tahap ke tiga nanti 60 persen atau sisa dari dana yang belum dicairkan, waktu pencairan sendiri sekitar akhir atau awal tahun," pungkasnyanya. (sugi)

Tolak Angkutan Semen




Warga Balangan Gelar Demo Tolak Angkutan Semen

PARINGIN,  Geram dengan kondisi jalan yang banyak rusak akibat dari angkutan berat berisi semen yang hingga kini belum diperbaik, puluhan pemuda Balangan membawa poster bertuliskan penolakan terhadap adanya kegiatan angkutan truks dan trailer semen, Jumat (20/5).
Unjuk rasa yang digelar di Bundaran Paringin dan Batu Piring  yakni, disalah satu titik jalan rusak tersebut ditujukan sebagai bentuk protes dan kekecewaan masyarakat Balangan terhadap lalu lalang angkutan semen yang disinyalir menjadi penyebab utama kerusakan ruas jalan utama A Yani yang melintasi Balangan.
Koordinator aksi, Sugianoor mengungkapkan, selain orasi dan penanaman pohon pisang dijalan rusak aksi yang mereka juga dilakukan juga disertai pengumpulan tanda tangan sebagai petesi menolak angkutan semen yang bermuatan antara 60 sampai 80 ton.
"Kami juga menyetop armada pengankut semen untuk menempel stiker dimobil meraka sebagai tanda protes," tegasnya.
Dala orasinya, sala satu orator dalam aksi tersebut meneriakanjika Jalan merupakan sarana penting untuk kegiatan masyarakat baik kegiatan perokonomian, pendidikan, sosial. Kenyataan dilapangan akses jalan kita dibiarkan dirusak oleh oknum tidak bertanngung jawab dan ini diamini oleh pemerintah tanpa ada kepedulian untuk memperbaikinya.
“Kami menuntu agar pemerintah segara melakukan perbaikan jalan dan melarang angkutan semen hingga puluhan ton,’’ tegasnya.
Jika tidak lanjut, ketua Komunitas Balangan Hijau (Kubah) ini, pihaknya akan melakukan akasi serupa dengan masa yan lebih banyak lagi.
”Pemerintah provinsi maupun daerah harus mengeluarkan peraturan larangan angkutan semen yangg tonasenya mengila seperti ini. Jika tida berarti sama saja pemerintah membiarkan rakyatnya mati ditengah jalan rusak akibat," ketusnya. (sugi)

Thursday, 19 May 2016

Siswa Baru Lulus Dilarang Nikah

Bupati Minta Siswa Baru Lulus Lanjutkan Pendidikan

PARINGIN, Menikah merupakan satu dari tiga kemungkinan yang dilakukan para siswa sekolah lanjutan atas setelah lulus. Hal inilah yang tidak disarankan oleh banyak pihak termasuk oleh Bupati Balangan H Ansharudin.
Hal itu, diungkapkannya saat menghadiri acara perpisahan dan pengukuhan siswa-siswi
SMKN 1 Batumandi, beberapa waktu lalu.
Dari pengalaman yang sudah-sudah, menurut Ansharuddin, ada tiga jawaban yang dominan atas pertanyaan  akan ke mana setelah lulus dari sekolah. pertama, kuliah kedua, mencari kerja dan ketiga, menikah.
"Saya mendukung yang pertama dan kedua, dan tidak menyarankan kalian segera menikah, terutama karena alasan kematangan pribadi yang masih harus ditempa lagi," bebernya.
Untuk menghadapi masa depan, lanjut Anshar, yang dibutuhkan tidak lain adalah ilmu, keterampilan dan karakter positif yang kuat dalam diri. itu yang masih harus dicari dengan gigih, di manapun berada nantinya.
"Saya mengimbau kepada anak-anakku semua, berusahalah agar sebisa mungkin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. pilihlah baik-baik jurusan yang sesuai dengan minat dan ketertarikan kalian, sehingga kalian akan selalu senang dan bersemangat mempelajarinya.
dengan menuntut ilmu di perguruan tinggi, kalian bukan hanya menyerap ilmu dan pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan dan belajar hidup mandiri," bebernya.
Guna mendukung ini, lanjut Anshar, Pemkab Balangan menyediakan program beasiswa bagi lulusan terbaik untuk melanjutkan pendidilkan di peguruan tinggi.
"Seluruh siswa rangking 1 sampai 3 tiap lulusan SMA sederajat akan kami berikan besiswa penuh baik untuk biaya kuliah maupun biaya hidup selama menempuh pendidikankan dipeguruan tinggi selama 4 tahun," pungkasnya. (sugi)

Waspada Kematian Bayi Masyarakat khususnya para orang tua, dimintai mewaspadai pada bulan februari sampai April mendatang. ...