Paman Birin koordinasi dengan Balai Besar Jalan terkait Jalan Rusak Balangan
PARINGIN – Perayaan Hari Jadi Balangan ke 14 Sabtu (8/4) kemarin, untuk pertama kalinya dihadiri oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Bertempat di halaman kantor Bupati Balangan.
Orang nomor satu di Kalsel yang akrab disapa Paman Birin tersebut datang ke Balangan menggunakan Helikopter, lantaran harus menghadiri salah satu acara yang dilaksanakan di Kota Banjarbaru, sekitar pukul 08.00 Wita. Sementara acara di Balangan sesuai jadwal dimulai pukul 10.00 Wita.
Sempat diwarnai hujan deras dan angin kencang sejak pagi, namun hujan reda sebelum acara dimulai sehingga tidak mengganggu kekhidmatan perayaan puncak hari jadi.
Dalam sambutannya, Bupati Balangan H Ansharuddin memaparkan sejumlah pembangunan dan program yang telah dilaksanakan pada satu tahun kepemimpinannya.
Di antaranya yaitu beasiswa untuk ratusan pelajar tetbaik lulusan SMA sederajat di Balangan, penggratisan biaya kesehatan di RSUD Balangan bagi masyarakat setempat, serta pengoptimalan lahan tidur dan lain sebagainya.
“Pembangunan dan segala hasilnya tidak hanya hasil kerja pemerintah kabupaten, namun juga atas dukungan dan bantuan dari pemerintah provinsi, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Balangan dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Paman Birin saat menyapa masyarakat Balangan terlebih dahulu mengucapkan selamat hari jadi Balangan ke 14, lalu ia mengajak pemerintah kabupaten agar selalu melakukan kerja sama atau koordinasi dengan Pemprov, agar program kerja antara kabupaten dan provinsi searah.
Di sela sambutannya, Paman sempat menyinggung tentang kondisi jalan nasional di Balangan yang rusak parah.
“Ini bukan kesalahan bupati, melainkan kesalahan saya. Sebagai bentuk dari tanggung jawab kita belajar dari kesalahan,” tekannya.
Secepatnya kata Birin, ia akan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Jalan terkait perbaikan jalan nasional di Balangan.
Terlepas dari itu, ia mengimbau agar pemerintah bersama swasta harus meningkatkan sinegritas, untuk bahu-membahu dalam membangun daerah.
Di penghujung acara, diisi dengan berbagai penyerahan hadiah dari lomba yang diadakan dalam rangkaian hari jadi Balangan, penghargaan kepada sejumlah tokoh dan masyarakat, serta penandatanganan MoU antara Pemkab dengan LIPI tentang pembangunan Kebun Raya Balangan. (why)
Saturday, 8 April 2017
Friday, 7 April 2017
Al-Fadhil Syaikh Ahmad Fahmi Zamzam Al-Banjari Al-Nadwi Al-Maliki dilahirkan pada tahun 1959 di Amuntai, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Beliau memasuki alam persekolahan di Amuntai sebelum menyambung pengajian di Madrasah Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan sehingga Tingkatan 'Aliyah. Seterusnya beliau melanjutkan pendidikan di Yayasan Pesantren Islam Bangil, Jawa Timur.
Pada tahun 1980, beliau telah meneruskan pengajiannya di India, bersama dengan ulama' terkenal asy-Syaikh Abul Hassan ‘Ali an-Nadwi di Nadwatul Ulama', Lucknow. Pada tahun 1984, beliau menamatkan pengajiannya di India dan langsung datang ke Malaysia dan berkhidmat di Madrasah Tarbiyyah Islamiyyah Derang di Pokok Sena, Kedah sehinggalah ke hari ini.
Pada tahun 1988, beliau berkesempatan berguru dengan asy-Syaikh Muhammad Yasin al-Fadani dan juga as-Sayyid al-Habib Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani, sehingga beliau dianugerahkan dengan gelaran keluarga "al-Maliki" pada tahun 2002.
Beliau juga merupakan Mudir, Pasentren Yayasan Islam Nurul Hidayah (Yasin) di Banjar Baru dan Pasentren Yasin di Muarateweh, Kalimantan, Indonesia yang dibuka pada tahun 2001 dan 2003. Disamping itu, beliau adalah Ketua Umum Majelis Ulama' Indonesia Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah untuk sessi 2004 – 2009.
Beliau juga aktif didalam penulisan. Antara kitab yang beliau susun adalah '40 Hadis Peristiwa Akhir Zaman', '40 Hadis Penawar Hati' dan '40 Hadis Kelebihan Ilmu dan Ulama', 40 Nasihat Imam Zainuddin Ibnul Wardi al-Kindi. Selain itu beliau juga telah mentahqiq dan menerbitkan semula kitab-kitab karangan ulama' silam Alam Melayu Nusantara iaitu kitab karangan asy-Syaikh Abdusshamad al-Falimbani seperti 'Sairus Salikin' (4 jilid) dan 'Hidayatus Salikin'. Al-Fadhil Syaikh juga aktif menterjemahkan kitab seperti, 'Bidayatul Hidayah' dan 'Ayyuhal Walad' karangan Imam Al-Ghazali, 'Bustanul Arifin' karangan Imam An-Nawawi dan Lamiyah Ibnu Wardi karangan Imam Zainuddin Ibnul Wardi al-Kindi.
Beliau juga aktif mengajar secara bulanan di Lembah Kelang iaitu Kitab Hikam Ibn ‘Athoillah di Anjung Rahmat ABIM, kuliah Kitab Hidayatus Salikin di Masjid al-Falah USJ 9 dan kuliah Kitab Qul Hadzihi Sabili di Pusat Pengajian Ba'Alawi. Beliau juga mengadakan pengajian kilat untuk mengkhatamkan kitab-kitab seperti kitab Ayyuhal Walad, Bidayatul Hidayah, Bustanul ‘Ariffin dan-lain-lain.
Sumber : http://peminggirkota.blogspot.co.id/2009/04/al-fadhil-syeikh-ahmad-fahmi-zamzam-al.html?m=1
Tuesday, 4 April 2017
Catatan Buruk Conch
“Menelaah Keberadaan PT.Conch ; Dilanjutkan atau Dihentikan”
SINOPSIS
Hidup Mahasiswa,..!!!
Sejak ditanda tanganinya kerjasama hubungan bilateral antara Indonesia (Kementrian Perindustrian Republik Indonesia) dengan PT.Conch Cement Indonesia (Republik Rakyat Tiongkok) dan sub kontraktornya PT. Eternal Richway, Sinokon dan MCC pada 30 Juni 2011 dalam proyek semen dan perdagangan, di Desa Saradang, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang memproduksi semen ini, meskipun telah mengantongi izin perusahaan dari pusat ternyata tidak sepenuhnya mematuhi aturan-aturan di daerah maupun Undang-Undang yang berlaku. Sehingga menimbulkan masalah dan keresahan di masyarakat, diantanya :
- Dengan dikeluarkannya Surat Izin Pinjam Pakai Lahan dari Pemerintah Pusat kepada PT.Eternal Richway melalui SK Menteri LHK Nomor 14/I/IPpKH/PMA/2015 tanggal 12 Agustus 2015 seluas 5,9 hektar. Namun faktanya kegiatan pembukaan lahan juga dilakukan diluar batas izin pinjam pakai kawasan hutan yang mencapai 20 hektar dan ini jelas merupakan pelanggaran terhadap SK Menteri LHK tersebut dan UU No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan atau UU No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) dan juga UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
- PT. Conch Tidak memiliki izin untuk menggunakan air wajib sesuai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yaitu 70% menggunakan air bawah tanah.
- Perusahaan membutuhkan air 6.000 kubik setiap hari untuk keperluan Produksi Semen dan beberapa mesin penggerak. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Perusahaan membendung aliran Sungai Jaing di Desa Kaung, Kecamatan Upau YANG AWALNYA dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengaliri sawah pertaniaan ke 3 desa, yaitu Desa Kaung, Desa Bilas dan Desa Masingai. Sehingga menyebabkan hasil panen masyarakat menurun yang biasanya menghasilkan 2 kali panen pertahun.
- PT.Conch menerima kiriman Bahan Baku Batu Bara dan hasil tambang mineral bukan logam (Batu Merah dan Pasir Putih) dari Truk pengangkut yang tidak berizin (Ilegal). Sedangkan Badan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) hanya mengeluarkan izin angkutan batubara yang mengantar ke PT Conch sebanyak 6 perusahaan, sisanya tidak di beri dispensasi (Ilegal).
- PT.Conch belum melakukan pengujian udara atau Pencemaran Lingkungan atas produksi semen tersebut. Ujar Kabid Pengendalian BLHD Kalsel, sutikno (11/2/2017)
- Seharusnya untuk kendaraan yang bersumbu dua yang melintas dijalan Negara antar provinsi Kalsel-Kaltim maksimal 8 ton dan roda bersumbu 3 maksimal 13.5 ton tidak boleh melintas. Sedangkan armada Trailer semen PT.Conch melebihi Tonase s/d 70 Ton. Sehingga merusak jalan umum yang digunakan oleh masyarakat, sampai-sampai masyarakat sendiri turun tangan untuk menyemen aspal yang berlubang tersebut dengan menggunakan biaya sendiri.
- Terkait Pajak dan Retribusi, data yang ditemukan dilapangan masih ada pajak-pajak yang belum dibayar oleh PT.Conch diantaranya Pajak Reklame tahun 2016, Pajak mineral bukan logam dan Batuan 2015 dan 2016, Bea Peroleh Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) belum lunas, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Air Bawah Tanah, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi.
- Berdasarkan pantauan pansus, menemukan fakta bahwa kepedulian PT.Conch terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat produksi sangat kurang. Padahal berdasarkan PP 47 Tahun 2012 tentang Corporate Social Responsibility (CSR), bahwa perusahaan yang bergerak dibidang Eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) wajib mengeluarkan CSR dan sebagia bagian dari biaya produksi.
- Belum lagi tentang banyaknya Tenaga Kerja Asing Ilegal dalam perusahaan, tenaga kerja lokal memang ada tapi hanya 10% yang harus bekerja keras seperti kerja rodi. Hasil investigasi dari para pekerja lokal yang bekerja di pabrik semen PT Conch mengeluh bahwa hak-hak mereka selama bekerja banyak yang diabaikan. Para tenaga kerja wajib bekerja selama 8 jam sehari. Untuk duduk istirahat saja mereka tidak diperbolehkan dan akan mendapatkan sangsi pemotongan gaji apabila melakukan pelanggaran Para pekerja selama bekerja tidak diperkenankan untuk buang air besar (BAB), dan apabila mereka nekat maka gajihnya akan dipotong 1 poin yakni sebesar Rp200 ribu sekali BAB, kalau dua kali BAB maka akan dipotong 400 ribu. Tidak hanya itu, apabila pekerja lokal ada yang Sakit mereka juga akan mendapat potongan gaji sebesar Rp500 ribu meskipun pekerja tersebut sudah mendapatkan surat keterangan sakit dari dokter. Ini jelas melanggar UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Hari/Tanggal : Rabu / 05 April 2017
Pukul : 09:00 – Selesai
Tempat : Aula Kayuh Baimbai (Pemko Banjarmasin)
Dengan narasumber:
Narasumber I Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel
Narasumber II
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Selatan
Narasumber III
Kepala Imigrasi Kelas I Banjarmasin
Narasumber IV
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel
Narasumber V
Kepala Badan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) Provinsi Kalsel
Narasumber VI
Ketua Pansus PT.Conch (Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan)
Narasumber VII
KAPOLDA Kalimantan Selatan
Narasumber VIII
Gubernur Kalimantan Selatan
“Jangan Rampas Tanah Rakyat, Jangan Abaikan Kepentingannya,...
Sebab Tanah Adalah Bumi Tempat Ibadah Kepada Tuhannya,
Tempat Memuliakan Dirinya Dengan Kerja,..
Jika Itu Kau Lakukan,..
Berarti Telah Kau Tabur Sendiri,..
Iman Kekacauan Di Negeri Ini,..” (Widji Thukul)
Hidup Mahasiswa,...!!!
Contact Person:
Hp. 0896 0456 4144 (WA/Line)
0896 1684 0846 (WA)
Sumber : http://elsiskbjm.blogspot.co.id/2017/03/menelaah-keberadaan-ptconch-dilanjutkan.html?m=1
Saturday, 1 April 2017
Mengenang Seputar Berpulangnya Syaikhuna, Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul)
Mengenang Seputar Berpulangnya Syaikhuna, Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), Martapura.
Setelah sembilan hari dalam perawatan di. RS. Mount Elizabeth Singapura, tepatnya pada minggu malam, Syaikhuna bersikeras meminta agar dibawa pulang. Kondisi kesehatan Beliau terlihat sangat lemah. Meski demikian, pihak keluarga belum bisa mengabulkan karena melihat kondisi Beliau yang tidak memungkinkan dan masih menunggu keputusan tim medis.
Besoknya, Senin 8 Agustus 2005, Syaikhuna kembali sesak napas. Beliau harus melakukan Cuci darah. Sorenya diketahui dari hasil pemeriksaan tim dokter bahwa keadaan Syaikhuna ini sangat sulit ditangani. Dan pada malam harinya mendadak tensi Beliau menurun drastis. Disaksikan oleh keluarga dekat termasuk salah satunya Guru H. Syarif Bustami, Syaikhuna membaca dzikir
ﻻإله إﻻالله
sebanyak tiga kali dengan suara rendah, kemudian dilanjutkan dengan menyebut
محمد رسول الله.
Dan setelah itu tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Beliau hingga akhir hayatnya.
Pada Selasa 9 Agustus 2005, sekitar jam 10 pagi waktu setempat, tercapailah keputusan musyawarah keluarga agar Syaikhuna segera dibawa pulang ke Indonesia. Hari itu pula seluruh pengurusan yang menyangkut kepulangan rombongan diselesaikan, hingga akhirnya pada jam 17. 30 sore, berangkatlah rombongan dengan menumpang pesawat carteran Foker 24, pesawat evakuasi yang bernama "Anugerah", menuju Banjarmasin melewati rute Singapura-Pontianak-Banjarmasin.
Saat masih dalam pesawat, sebelum sampai di bandara dikota Pontianak, Syaikhuna sempat mengalami kesulitan pernapasan. Tim medis yang mengiringi rombongan langsung memberikan perawatan. Namun, setelah transit di Pontianak, kondisi pernapasan Beliau sudah mulai normal kembali. Tepat jam 21.00 malam rombongan tiba di bandara Syamsuddin Noor, dan sekitar jam 21.30 tibalah rombongan di rumah kediaman Syaikhuna di Sekumpul.
MARTAPURA MENANGIS.
Kedatangan Syaikhuna dari Singapura hampir-hampir tidak diketahui oleh jamaahnya. Walau demikian, pada subuh itu terlihat banyak orang berkumpul di sekitar kediaman Syaikhuna, khususnya di pintu belakang kediaman Beliau. Di situ tampak sekelompok orang duduk sambil sesekali menengok ke arah pintu kecil yang menghubungkan jalan kecil itu dengan komplek Ar-Raudhah, berharap ada seseorang yang keluar dari pintu itu untuk menyampaikan kabar terbaru tentang keadaan Guru tercinta.
Di bagian dalam rumah Beliau sendiri, sejak kedatangan Syaikhuna dari Singapura, sebagian anggota keluarga sendiri dan tenaga medis terlihat enggan beranjak dari dekat Syaikhuna. Sebagian dari mereka terlihat membaca ayat-ayat suci al-qur an dengan suara lirih. Wajah-wajah yang mengelilingi Syaikhuna itu kelihatan tenang saja, sebab dari raut muka Syaikhuna tertampak ketenangan, sekalipun Beliau tidak berbicara lagi, hembusan napas Syaikhuna masih mengalir teratur dan anggota tubuh Beliau sesekali masih bergerak.
Dengan keadaan ini tenaga medis yang dibantu anggota keluarga pun menyiapkan peralatan cuci darah yang akan dilakukan besok siang. Sekitar jam 02.00 dini hari, semua peralatan siap digunakan. Namun apalah daya, takdir Allah SWT menghendaki lain.
Inna lillaahi wa Inna Ilaihi Roojji'uun......
Tepat pada pukul 04.40 (waktu jidar) subuh, Syaikhuna berpulang ke Rahmatullah. Keadaan yang sebelumnya gening dikejutkan dengan suara isak tangis yang sambung menyambung. Entah dari mana berita itu bermula, namun semakin jelas dan nyata bahwa kabar wafatnya Syaikhuna adalah merupakan kebenaran yang tak dapat dipungkiri.
Seperti digerakkan oleh tangan yang tak nampak, kelompok2 manusia yang tadinya tersebar di sekitar komplek ar-Raudhah semuanya menuju pintu kecil di belakang rumah Beliau. Mereka berjejal untuk memasuki celah yang hanya bisa dimasuki oleh dua orang. Semua berharap, sambil sesekali mengusap air yang menggenang di matanya, agar dapat memasuki kediaman Syaikhuna sekaligus dapat melihat orang yang dicintainya untuk terakhir kali dan bahkan kalau bisa melakukan ciuman terakhir yang menandakan ketaatan dan kebaktian seorang murid. Namun di antara sekian banyak, hanya sedikit saja yang mendapatkan keberuntungan itu.
Mereka yang tidak kebagian akhirnya memasuki mushalla ar-Raudhah, sehingga pada subuh itu padatlah Mushalla ar-Raudhah.
Kemudian setelah shalat Subuh, terdengar pengumuman dari pengeras suara Mushalla ar-Raudhah tentang berpulangnya Syaikhuna ke hadirat Allah SWT. Pengumuman ini kemudian menyebar luas melalui seluruh stasiun radio, segenap masjid dan mushalla yang ada di seluruh Kalimantan Selatan.
Hari itu terjadilah sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam sejarah keagamaan di Kalimantan Selatan. Berita wafatnya Guru tercinta langsung menyebar di kalangan murid-murid di berbagai pelosok daerah. Hampir seluruh instansi pemerintah meliburkan diri, para murid di sekolah-sekokah dipulangkan, dan pasar-pasar menjadi lenggang karena para pedagang menghentikan kegiatannya. Orang-orang dari berbagai pelosok bumi Banjar berdatangan menuju Martapura khususnya ke Sekumpul untuk ikut mengantar kepergian sang Guru. Hari itu kota Martapura, khususnya daerah Sekumpul, menjadi lautan manusia. Lautan manusia yang berduka karena kehilangan seorang Abah sekaligus Guru tercinta yang selama ini begitu istiqomah memberikan pengajaran, mengayomi, memperhatikan persoalan-persoalan hidup mereka, baik kehidupan sementara di dunia, maupun kehidupan abadi di akhirat kelak.
Transportasi menjadi sangat padat, semuanya berujung pada tempat yang sama. Bahkan penyeberangan ferry yang menghubungkan Kotabaru dan Batu Licin menjadi penuh, terlihat antrian sepanjang beberapa kilometer menunggu giliran untuk menyeberang. Sementara itu, dari jalan-halan Hulu Sungai maupun Banjarmasin terlihat mobil pribadi, angkutan umum, serta kendaraan roda dua, merayap pelan saking padatnya jalan yang dilalui. Semua polisi diturunkan ke jalann untuk ikut mengatur lalu lintas. Hari itu seakan semua penghuni Kalimantan ditumpahkan ke Martapura.
Tidak hanya transportasi darat, transportasi udara pun, khususnya dari pulau Jawa, menjadi penuh. Hari itu dan beberapa hari berikutnya merupakan masa-masa yang sulit untuk bisa mendapatkan tiket baik dari pulau Jawa ke Banjarmadin atau sebaliknya. Seandainya adapun, maka harganya telah melambung tinggi sampai beberapa kali lipat dari harga biasanya.
Di tempat kediaman Syaikhuna sendiri, terlihat kesibukan keluarga dibantu beberapa murid terdekat Beliau yang sedang menyiapkan acara pemakaman. Dalam kejadian ini sekali lagi terlihat kehati-hatian Syaikhuna dalam menjalankan perintah Agama Islam, di mana jauh hari sebelumnya Beliau telah membuat wasiat untuk keluarga dan murid-murid Beliau. Dimulai dari orang yang memandikan jenazahnya, imam shalat jenazah, menggali lubang kubur, hingga orang yang membacakan talqin. Tak lupa pula Beliau telah mempersiapkan sejumlah amplop berisi uang yang akan diserahkan kepada para penyelenggara pemakaman.
Tepat pukul 10.00 WITA, jenazah Beliau mulai dimandikan dengan dipimpin oleh (alm) Allahu Yarham Guru Abdus Syukur pada waktu itu. Jenazah Syaikhuna dipangku oleh beberapa orang keluarga terdekat Beliau. Tak ketinggalan, dalam memandikan jenazah Syaikhuna ini, kedua anak Beliau ikut menyiramkan air ke tubuh ayah tercinta. Tak terdengar isak tangis dari mereka berdua, hanya beberapa tetes air mata tampak membasahi kedua pipi mereka. Kemudian setelah pemandian, Syaikhuna dikapankan, setelah sebelumnya dipakaikan jubah serta sorban yang telah disiapkan Beliau jauh hari sebelum wafatnya.
Sebelum kain kafan sempurna ditutupkan ke jenazah Beliau, bergiliran beberapa orang terdekatdi mulai dari keluarga memberikan ciuman perpisahan. Beberapa dari mereka tak mampu untuk menahan air mata yang berjatuhan, air mata kesedihan karena ditinggalkan oleh orang yang selama ini mencintai mereka dan mereka cintai.
Setelah acara pengkafanan, dilaksanakan acara Bahillah yang dipimpin juga oleh (alm) Guru Abdus Syukur, dilanjutkan dengan shalat jenazah sebanyak tiga kali di dalam rumah, yang pertama diimami oleh (alm) Guru Abdus Syukur, kemudian oleh (alm) Guru Anang Djazouly, dan terakhir oleh Habib Zaki dari Solo.
Di Mushalla Ar-Raudhah dan sekitarnya yang tidak mampu menampung seluruh jamaah, terlihat wajah-wajah sedih yang tak dapat disembunyikan. Sesekali terdengar pengumuman yang meminta para jamaah agar tenang, namun semua seakan tak berbekas sedikitpun untuk mengurangi kegundahan hati mereka. Sebagian besar jamaah terus mengarahkan pandangan mata mereka ke pintu rumah Syaikhuna. Mereka menanti dibawanya jenazah Syaikhuna ke Mushalla untuk dapat mereka shalatkan bersama.
Setelah shalat Dzuhur, terlihat beberapa orang berpakaian polisi berbaris dari pintu rumah Syaikhuna sampai ke pintu Mushalla yang menuju mihrab. Kontan saja tindakan ini menjadi perhatian dari semua orang, mereka menyadari bahwa sebentar lagi saat yang ditunggu akan tiba. Kemudian pintu Syaikhuna terbuka, dan dari dalamnya keluarlah keranda yang diusung oleh beberapa orang. Serempak terdengar gemuruh dzikir rak henti-henti, komplek Ar-Raudhah seakan terhentak oleh suara ini, diselingi tangisan kesedihan yang keluar tak tertahan oleh sebagian besar jamaah. Semua orang berdesakan ingin menyentuh keranda Guru tersayang, seorang jamaah yang histeris menarik kain yang menutupi keranda hingga hampir terlepas, dan terlihat jenazah Guru yang tetap tak bergerak walaupun keranda itu bergerak di antara desakan sekian banyak jemaah. Beberapa saat kemudian keranda itu pun mencapai pintu Mushalla yang hanya berjarak 25 meter dari rumah Syaikhuna. Gemuruh dzikir terus menggema sampai keranda diletakkan di depan imam, dan kemudian terdengar pengumuman bahwa shalat jenazah akan dimulai.
Dikarenakan sedemikian banyaknya para jamaah sehingga shalat jenazah dilakukan secara bergantian. Berpuluh-puluh kali shalat jenazah dilaksanakan sampai menjelang shalat Ashar.
Menjelang shalat Ashar, jenazah dibawa ke kubah turbah al-Mahya, diiringi dzikir yang bergemuruh dari ratusan ribu jamaah di komplek ar-Raudhah.
Tinggal beberapa menit lagi sebelum shalat Ashar tiba, salah seorang keluarga almarhum membagikan beberapa gumpalan tanah yang sudah disediakan kepada Guru-Guru untuk dibacakan Surah al-Qadr sebanyak 7 kali, selanjutnya akan dijadikan sebagai penyangga tubuh bagian belakang almarhum. Selang beberapa menit kemudian adzan shalat Ashar dikumandangkan, jasad Syaikhuna pun mulai diturunkan pelan-pelan hingga masuk ke liang lahat oleh Zainal Abidin, H. Anang Kurdi, dan H. Rusdi. Satu persatu ikatan tali bagian kepala, dada, dan kaki dibuka, disaksikan oleh para jamaah di antaranya para Habaib dan Ulama dari luar daerah. Kemudian sedikit demi sedikit tanah mulai dimasukkan sambil diiringi dengan bacaan surah Yasin, hingga akhirnya ditanamkan dua byah nisan di atas makam. Setelah itu (alm) Guru Abdus Syukur membacakan talqin mayit, dan akhirnya ditutup dengan tahlil dan doa arwah oleh Beliau.
Setelah semua acara pemakaman selesai, terdengar iqomah yang diteruskan dengan shalat Ashar. Sebagian jamaah beranjak pulang, namun sebagian besar tetap berada di komplek ar-Raudhah, sambil tetap berusaha memasuki kubah turbah al-Mahya untuk membaca surah Yasin dan kalau beruntung bisa mencium nisan yang baru di tanam.
Sejak hari itulah, jamaah merasakan kehilangan yang sangat mendalam. Jika dahulu setiap permasalahan yang menggumpal di benak selalu mencair manakala dibawa hadir di pengajian Sekumpul, sekarang ke mana lagi mereka harus membawanya. Apabila dahulu ada yang menuntun mereka meniti Shirath al-Mustaqim menuju Mardhotillah, kini siapa lagi yang benar benar bisa diikuti, yang memiliki keikhlasan murni, tanpa ada maksud-maksud dan kepentingan pribadi. Mungkin itulah yang membuat banyak dari mereka sangat sedih.
Laba Garuda Terjun Bebas, Kepretan Rizal Ramli Terbukti Benar
Laba Garuda Terjun Bebas, Kepretan Rizal Ramli Terbukti Benar
Saat menjabat Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli ‘mengkepret’ inefisiensi atau pemborosan di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), antara lain rencana BUMN itu membeli 30 unit pesawat Airbus A350.
Kritiknya terhadap pembelian 30 unit pesawat badan lebar itu ia lontarkan satu hari setelah dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya.
Ketika itu, Garuda Indonesia memang sedang merencanakan pembelian dan penambahan pesawat untuk memperkuat penerbangan internasional, atau long-haul. Padahal saat ini, Garuda Indonesia telah melayani penerbangan internasional sebanyak 36 rute, sedangkan untuk penerbangan domestik hanya 40 rute.
Rencana pembelian dan penambahan pesawat dari hasil utang luar negeri dengan tujuan memperkuat rute penerbangan internasional itulah yang dikepret oleh Rizal Ramli.
Rizal Ramli bahkan harus keluar-masuk menemui Presiden Jokowi agar Garuda Indonesia untuk sementara tidak leluasa melakukan penambahan dan pembelian pesawat, apalagi anggarannya berasal dari dana pinjaman luar negeri, China Aviation Bank.
Menurut Rizal Ramli, rute internasional tidak akan menjadi ladang untung bagi Garuda. Contohnya, Singapore Airlines, yang punya kinerja keuangan kurang baik.
Rizal menyebut, rute ke Amerika dan Eropa akan membuat maskapai Garuda merugi karena tingkat keterisian penumpangnya hanya 30 persen, jauh lebih kecil dari penerbangan domestik dan regional Asia.
“Menurut saya sebaiknya Garuda lebih dulu memperkuat cengkeramannya di pasar regional selama lima sampai tujuh tahun ke depan,” kata mantan Menko Perekonomian di era pemerintahan Gus Dur ini.
Kepretan Rizal ini disambut ‘miring’ dari Menteri BUMN, Rini Soemarno, sejumlah anggota kabinet lainnya, dan beberapa pengamat. Alasannya, Rizal dianggap tidak berhak mencampuri urusan Garuda yang notabene di bawah koordinasinya. Padahal, banyak kalangan menyebut kritik Rizal itu benar ditengah negara yang kesulitan keuangan.
Serangan ke Rizal juga datang dari Teten Masduki yang masih menjabat di Tim Komunikasi Presiden. Teten mengklaim, presiden sendiri yang menegur Rizal Ramli hanya karena tidak menyampaikan kritik atas kebijakan pemerintah secara internal.
Ternyata, kritik Rizal soal pemborosan Garuda itu menjadi kenyataan. Sebelum kabar laba anjlok mengemuka hari ini, Januari lalu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mewanti-wanti Direksi Garuda Indonesia untuk tidak bermain-main dengan rencana pengembangan armada pesawat.
BPK mengingatkan agar Garuda tidak mengulang kesalahan pembelian pesawat sehingga menghasilkan pemborosan hingga US$ 94 juta per unit. Ultimatum ini datang berdasarkan hasil audit laporan keuangan Garuda Indonesia dalam kurun waktu 2011-2015. Beberapa poinnya sudah disampaikan BPK ke Direksi Garuda saat itu.
Laba Terjun Bebas
Kepretan mantan Menko Perekonomian di era pemerintahan Gus Dur ini semakin terbukti dengan terjun bebasnya laba bersih perusahaan maskapai penerbangan tersebut. Pada tahun 2016 laba Garuda terjun bebas hingga 89,45 persen atau tercatat hanya sebesar 8,1 juta Dollar AS.
Kepretan mantan Menko Perekonomian di era pemerintahan Gus Dur ini semakin terbukti dengan terjun bebasnya laba bersih perusahaan maskapai penerbangan tersebut. Pada tahun 2016 laba Garuda terjun bebas hingga 89,45 persen atau tercatat hanya sebesar 8,1 juta Dollar AS.
Perusahaan plat merah ini mencatatkan pendapatan pada tahun 2016 mencapai 3,9 Miliar Dolar AS. Angka ini naik tipis 1,31% dari tahun sebelumnya sebesar 3,8 Miliar Dolar persen.
Sementara beban operasi perusahaan maskapai yang memulai beroperasi pada tahun 1949 ini, naik 1,61 persen pada tahun 2016, atau sebesar 3,8 Miliar Dolar AS.
Sedangkan laba bersih hanya mencapai 8,1 Juta Dolar AS, atau anjlok sebesar 89,45 persen jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang meraup 76,5 Juta Dolar AS. Padahal, jumlah penumpang Garuda Indonesia dan Citilink mengangkut sekitar 35 juta penumpang pada 2016, tumbuh 6 persen dibandingkan 2015.
Melalui Konferensi Pers di Kantor Pusat PT. Garuda Indonesia di Tangerang, pada Rabu (22/3/2017), Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, penurunan laba bersih ini disebabkan persaingan bisnis aviasi yang ketat pada 2016. Salah satunya, persaingan harga tiket antarmaskapai.
“Tren industri penerbangan di Asia Pasifik mengalami tekanan pada lima tahun terakhir. Perlambatan ekonomi juga mempengaruhi daya beli masyarakat,” tutur Arif.
Selama 2016 Garuda Indonesia Grup mendatangkan 17 unit pesawat baru, salah satu tujuannya adalah untuk melayani penerbangan rute Internasional.
Nasi Sudah Jadi Bubur
Kini nasi sudah menjadi bubur, dan Garuda babak belur untuk mencicil utang. “Seandainya kepretan Rizal Ramli kala itu didengar, pasti garuda tidak babal belur membayar utang, dan tentu labanya tidak terjun bebas, malah bisa bertambah,” kata Syahroni Mahmud, pengamat kebijakan publik.
Namun, lanjut Syahroni, kala itu kepretan Rizal dianggap angin lalu, dan bahkan dinilai mereka yang ada di lingkaran istana dan sejumlah menteri,sebagai salah satu kegaduhan.
“Setahu saya Rizal tidak pernah omdo (omong doang). Setiap kritik yang dilontarkannya selalu dengan data, mengingat dia adalah seorang ekonom senior. Pemikiran dan ide-idenya sangat dibutuhkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat internasional sebagai anggota panel ekonomi di badan dunia (PBB). Jadi, dia bukan ekonomi asal bunyi (asbun),” papar Syahroni.
Menurutnya, kalau Rizal kerap mengkepret, karena kegelisahannya atas berbagai pemborosan yang dilakukan di negeri ini, terutama oleh BUMN. Dia juga gelisah dengan masih adanya pejabat negara yang "cawe-cawe" dengan anggaran negara, juga bermain proyek demi keuntungan pribadi.
Sementara itu, ketika menjabat Menko Perekonomian, Rizal Ramli mampu mencatatkan nama Abdurrahman Wahid sebagai satu-satunya Presiden Indonesia yang berhasil menurunkan utang luar negeri sebesar 9 Miliar Dolar AS.
“Kepretan Rizal itu harus menjadi pelajaran bagi pejabat-pejabat negara saat ini, terutama mencegah terjadinya pemborosan terhadap anggaran negara. Disisi lain publik berharap BUMN dikelola dengan profesional dan dikelola oleh orang-orang bersih,” papar Syahroni.
Thursday, 30 March 2017
Ajarkan Anyaman Khas Dayak Meratus
Pelajar Smada Juai Mahir Menganyam
PARINGIN – Selain berbagai macam produk makanan, siswa-siswi SMAN2 (Smada) Juai ternyata juga mahir dalam hal kerajinan tangan berupa anyaman.
Salah seorang siswi Smada Juai Rini mengungkapkan, bahan anyaman yang diolah menjadi butah (Tas khas suku dayak Meratus) dan bakul tersebut, berbahan dasar dari bambu.
“Kebetulan bambu ini banyak kita temui di lingkungan sekitar sekolah, jadi dari pada cuma menjadi tanaman liar, lebih baik kita manfaatkan,” ungkapnya.
Ia pribadi kata Rini senang bisa difasilitasi dan didukung oleh sekolah dalam pengembangan kreatifitas, sehingga banyak ilmu yang didapat dari sekolah, tidak hanya sebatas ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Pembimbing KIR Hasta Karya Smada Juai, Sri Maya mengungkapkan, sekolah akan terus mendukung setiap kegiatan yang dilakukan oleh para anak didik, selama itu bernilai positif.
“Harapannx anak-anak bisa menjadi wirausahawan muda dan mandiri, sehingga siap untuk terjun ke masyarakat selepas menyelesaikan pendidikannya di sekolah nanti,” ujarnya.
Terlepas dari itu, ia berharap hasil karya anak-anak ini juga mendapat dukungan dari pemerintah melalui dinas terkait, untuk mempromosikan produk olahan anak-anak untuk dipromosikan, memberikan space pada setiap pameran yang diadakan seperti Balangan Expo nanti.
Armada Semen Conch Langgar Aturan
Akhirnya Puluhan angkutan Berat Ditilang Karena Kelebihan Muatan
Selama empat hari melakukan operasi dari Senin (27/3) sampai Kamis (30/3) Tim gabungan Dishub melaksanakan razia khusus angkutan berat puluhan armada angkutan semen milik PT Conch Sout Kalimantan terjaring, karena membawa beban melebihi kapasitas yang dibolehkannya.
Karena tindakan sangsi tilang dijatuhkan dinilai tidak efektif, maka sejak rabu hingga kamis pagi (30/3), tim gabungan melakukan tindakan tegas kepada angkutan yang menyalahi aturan agar berputar balik dan tidak diberikan izin. Akibatnya ratusan armada angkutan semen dan seluruh sopirnya bertahan dengan memarkir mobilnya bejijir sepanjang jalan A Yani mulai Km 1 hingga Km 3 tepatnya di muka Mesjid Al Akbar Balangan karena para sopir mereka bersikeras tidak mau memutar balik mobil mereka.
Merasa dirugikan akhirnya para supir Angkutan berat melalakukan protes dan berorasi meminta penjelasan terkait aturan penilangan, karena mereka menilai bila angkutan berat mereka menyalahi aturan harusnya dilakukan tilang bukan disuruh untuk putar Balik atau tidak diizinkan melintas dijalan.
koordinator untuk solidaritas para sopir angkutan semen, Ruly Ananda Evanus mewakili para sopir meminta adanya persamaan persepsi aturan terkait angkutan berat khususnya trailer bisa ditiap daerah, sebab jalan yang digunakan adalah jalan provinsi.
“Kita di Tabalong bisa lewat masa di Balangan tidak, seharusnya penegakan aturan harus satu persepsi supaya jangan ada pihak yang dirugikan. Kita pun siap ditindak tegas jika memang ada keselahan, silakan tilang atau tindakan lainnya asal sesuai aturan dan persepsinya sama,’’ tegas mantan anggota DPRD Tabalong ini.
Lebih jauh Ruly mengatakan, pihaknya meminta akan adanya sebuah forum yang melibatkan seluruh stake holder terkait pemahaman penegakan aturan lalu lintas khususnya batasan tonase yang diperbolehkan, agar tidak adanya kesan diskriminatif kepada angkutan semen dengan angkutan lain.
“Ayo kita duduk bersama dalam sebuah forum yang melibatkan pemprov dan seluruh kabupaten yang dilewati dan pihak jasa angkutan semen conch serta pihak penegak hukum untuk menyamakan persepsi dan mencari legatimasi dan regulasi hukumnya,’’ harapnya.
Terpisah, Kadishub Balangan Ardiansyah mengatakan, angkutan semen milik investor asal Tiongkok ini telah melanggar Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
“Puluhan angkutan semen yang kita jaring dalam operasi ini karena muatannya melebihi ketentuan dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 yang berdampak pada kerusakan jalan umum,” jelasnya.
Menurutnya, kalau aktifitas angkutan semen milik PT Conch yang ada di Tabalong ini menuai banyak protes dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, pejabat hingga aparat keamanan.
Lebih lebih lagi, orang nomor satu di Balangan dibuatnya berang melaihat kondisi jalan Negara yang sangat rusak parah di wilayahnya. Hingga memerintahkan untuk melakukan penjagaan (razia, red) terhadap angkutan semen yang melebih tonase.
“Razia ini sesuai dengan perintah bupati untuk melakukan penindakan terhadap angkutan semen yang melebihi muatan (tonase, red),” tegasnya.
Aksi razia yang dilakukan dari pagi hingga malam itu, beber mantan Kasat Pol PP ini telah menindak (menilang, red) sebanyak 15 unit mobil trailer bermuatan semen yang melebihi kapasitas.
Setelah dilakukan mediasi antara sopir angkutan semen dengan Tim Gabungan Terpadu Penertiban Angkutan Berat lewat negosiasi yang cukup alot, angkutan semen yang menumpuk hingga ratusan unit ini, siang sekitar pukul 13.30 Wita dipersilahkan untuk melintas.
Keputusan tersebut diambil tim gabungan usai melakukan koordinasi dengan Bupati Balangan H Ansharuddin, atas dasar kelancaran lalu lintas.
“Kita persilagkan lewat tapi tetap diproses, kalau terbukti muatannya melebihi batas tonase angkutan maka akan ditilang,” ujar Kabid LLAJ Dishub Balangan Hedy Mulyawan.
disepakati, jika armada angkutan semen boleh melintas tapi terlebih dahulu dilakukan penindakan tegas berupa tilang bagi armada yang terbukti muatannya melebihi kapasitas tonasenya.
Sementara itu, Kapolres Balangan AKBP Moh Zamroni yang turut turun ke lapangan mengimbau kepada para sopir angkutan yang sempat tertumpuk, agar tidak melakukan konvoi, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Jadi harap diberi jarak antar angkutan,” imbuhnya. (sugi)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Waspada Kematian Bayi Masyarakat khususnya para orang tua, dimintai mewaspadai pada bulan februari sampai April mendatang. ...
-
Tatanjang Alat Menanam Jika Tajak digunakan untuk membersihan lahan pertanian sebelum tanam, maka Tatanjang, Tatujah atau Tatajuk d...
-
PAHAJATAN, “KAMPUNG KECIL” TEMPAT WARGA MEMOHON HAJAT Di Balangan, tepatnya di Desa Tungkap, Paringin Selatan, terdapat se...
-
Nilai Sejarah Semakin Dilupakan Benteng Tundakan bukan satu-satunya objek bersejarah yang terkesan terbangkalai tanpa sedikit pun ada ...






